Langsung ke konten utama

Donald Trump, Joe Biden, Islamic State of Iraq and The Levant

Inilah Seputar Kecaman Terhadap Pernyataan Donald Trump


Apa jadinya seandainya Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat? Entahlah. Namun Yang pasti, di awal  langkahnya saja sudah salah. Tidak hanya dalam pandangan umat Islam, pengusaha nyentrik, orang-orang terkaya di dunia, membuat dirinya sendiri sebagai figur yang dibenci dunia, termasuk di mata para Sekutu AS.

Sejumlah kalangan pemimpin dunia yang merupakan negara sekutu terpenting bagi AS sangat menentang pernyataan Trump yang meminta muslim dilarang memasuki AS. 

Anggota dari keluarga Kerajaan Arab Saudi mengatakan Trump 'memalukan'. Disamping itu juga Perdana Menteri Inggris David Cameron yang tidak pernah mengeluarkan sebuah pernyataan yang bernada kritik terhadap kandidat capres AS dari Partai Republik itu. 

Menurut David Cameron, pernyataan dari Donald Trump akan "memecah belah, sama sekali tidak membantu, dan salah kaprah."
Demikian juga halnya dengan Wali Kota London, Boris Johnson. Yang mengatakan bahwa pernyataan Trump telah menuduh sejumlah bagian ibu kota Inggris sebagai markas Islam radikal sampai-sampai polisi enggan masuk ke sana sebagai 'omong kosong belaka'.  

Petisi yang meminta agar Trump dilarang ke Inggris sejauh ini telah mendapatkan dukungan 600 ribu dukungan. 

Inggris yang merupakan salah satu sekutu terdekat AS dan berkolaborasi dengan pihak Washington dalam hal apa pun, dari isu dunia hingga area intelijen yang sensitif. 

Pemimpin partner penting AS lainnya, Israel, juga lebih memilih menjaga jarak dengan Trump.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menentang pernyataan Trump tentang pelarangan muslim masuk AS," demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor Netanyahu. Serta Menteri Luar Negeri Kanada, Stephane Dion, juga mengecam pernyataan Trump.

Dari kalangan orang-orang terkaya di dunia juga melontarkan hal yang sama. Berikut scree shoot dari kecaman dari Pernyataan Donald Trump  dari 6 Orang Terkaya Di dunia, yang bersumber dari www.globallibutan6.com


Pangeran Arab Alwaleed Bin Talal


3. Miliarder Arab Khalaf Al Habtoor

 4. CEO Facebook Mark Zuckerberg

 5. CEO Google Sundar Pichai

 
6. CEO Amazon Jeff Bezos

Nah Demikian Seputar Kecaman terhadap Pernyataan Donald Trump. Selanjutnya tinggal penilai anda.
Postingan Terbaru

Komentar

Postingan Populer

Kisah Latihan Puspa Arumsari Untuk Memperoleh Medali Emas

BERLATIH 6 JAM SETIAP HARI DEMI MEDALI EMAS Puspa Arumsari (25) menyumbang medali emas ke-13 untuk Indonesia, la meraih poin tertinggi, 467, sekaligus menghentikan langkah atlet asal Singapura, Nurzuhariah Mohammad Yazid (445 poin). Kemenangan di Asian Games 2018 bukanlah prestasi pertama Puspa. Atlet kelahiran 10 Maret ini pernah meraih juara 1 ASEAN University Games 2014 di Palembang dan membawa pulang medali perunggu dari SEA Games Malaysia, tahun lalu. "Saya berlatih pencak silat sejak kelas 5 SD. Abang saya pelatih pencak silat. Dia orang pertama yang mengajak saya main silat," Puspa mengawali perbincangan. Kejuaraan pertama yang diikuti Puspa, UNJ Open, ketika ia duduk di kelas 6 SD. "Namanya anak kecil, pulang lomba bawa medali pasti senang banget. Sejak itu saya makin termotivasi berlatih lebih giat agar bisa ikut pertandingan lainnya," Puspa menyambung. "Sebulan menjelang Asian Games, kami dikarantina di Jakarta. Saat itu saya curi-curi waktu untuk pul...

FC Bayern München‬, ‪Carlo Ancelotti‬, ‪Franck Ribéry‬, ‪A.C. Milan‬, ‪Josep Guardiola‬‬ 24 Jul 2016

Ini Top Pencarian di Malaysia To Day. Chelsea Vs Liverpool,  Alaba following Ribery's example to be a leader at Bayern   Bayern Munich 3 AC Milan 3 (3-5 on penalties): Bonaventura seals win   DAFTAR ISI TOP TO DAY

Bidang Studi Pariwisata | Pengelolaan Pariwisata | Usaha Perjalanan Wisata | Perhotelan & Administrasi Hotel

Pendidikan pariwisata boleh dikatakan masih sangat muda di Indonesia. Kita perlu memaklumi hal ini, mengingat ilmu pariwisata baru diakui resmi sebagai ilmu mandiri di tahun 2008. Jauh sangat baru kalau dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya. Bahkan lulusan pendidikan pariwisata di Indonesia masih terbilang sedikit. Lalu, muncul pertanyaan, apakah dengan ilmu yang tergolong muda ini seorang lulusan pariwisata dapat berhasil di masa depan, mendapat kesejahteraan hidup seperti lulusan-lulusan jurusan lainnya. Pada artikel ini, sahabat Studi Pariwisata akan mendapat informasi mengenai informasi beberapa program studi yang ada dalam pendidikan pariwisata beserta peluang kerja apa saja yang sesuai dengan keilmuan program studi tersebut. Pengetahuan ini sangat perlu bagi mahasiswa pariwisata maupun calon mahasiswa yang sedang menimbang-nimbang untuk memilih jurusan yang akan menjadi tempat belajar beberapa tahun yang akan datang. Jurusan Hospitality / Pengelolaan Pariwisata Jurusan ini menera...

Penjabat Kementerian Periode 2019 - 2024, Yang Dilantik 23 Oktober 2019

Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju Oleh Presiden RI  Periode 2019 - 2024   Presiden : Joko Widodo  Wakil Preiden : Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin Berikut nama menteri kabinet 2019-2024 dan kementerian atau lembaga yang dipimpinnya, disusun berdasarkan daftar yang dibacakan Joko Widodo. 1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD.,  S.H., S.U. Lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 Pernah menjabat : sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia priode 2019-2024. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 dan Hakim Konstitusi periode 2008-2013. Sebelumnya ia adalah anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar Doktor pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada. Sebelum diangkat sebagai Menteri, Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyaka...

Kisah Haru Pendekar Asian Games 2016 Wewey Wita

Kisah haru lainnya datang dari pesilat Wewey Wita. la meraih medali emas Asian Games usai mengalahkan pesilat Vietnam, Thi Them Tran, di final kelas B (50-55 kg). Di balik prestasi dan paras cantiknya, Wewey menyimpan kisah hidup memilukan. Wewey tertarik dengan olahraga sejak kelas 5 SD. Setahun kemudian, sekolahnya membuka kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Pada pertengahan semester diadakan pertandingan. Wewey saat itu belum bergabung apalagi belajar pencak silat. Tiba-tiba, ia didaftarkan ikut pertandingan itu oleh seorang guru. Sehari sebelum bertanding, Wewey diajak ke GOR untuk berlatih. "Kata kepala sekolah, saya sudah punya kemampuan dasar karate. Jadi tidak sulit untuk mempelajari silat. Saya benar-benar baru belajar. Enggak menyangka, saya menang, meraih juara 1 dan dapat gelar pesilat terbaik," kenang wanita kelahiran Tangerang, 5 Februari ini. Selain gelar, Wewey mendapat hadiah uang tunai. Ini membuatnya bersemangat. "Karena dapat uang, saya berpikir, m...
Copyright © Searig. All rights reserved.